Harga

Harga Sistem Informasi Akademik Kampus: Sewa vs Beli Putus vs Bikin Sendiri

Harga Sistem Informasi Akademik Kampus: Sewa vs Beli Putus vs Bikin Sendiri

Hampir semua pengelola kampus yang mulai mencari SIAKAD bertanya hal yang sama: berapa sebenarnya biayanya, dan model mana yang paling masuk akal? Jawabannya bergantung pada jumlah mahasiswa, kesiapan tim IT, dan kebijakan data kampus Anda.

Artikel ini membandingkan tiga jalur yang umum dipilih: langganan cloud, lisensi beli putus (on-premise), dan membangun sendiri. Angka cloud diambil dari tarif resmi kami. Angka "bikin sendiri" adalah estimasi ilustratif dengan asumsi yang saya tulis terbuka, supaya Anda bisa mengganti dengan angka kampus Anda sendiri.

Tiga model, satu per satu

1. Langganan cloud. Vendor menjalankan dan merawat server. Kampus membayar per bulan atau per tahun dan langsung memakai. Biaya menyesuaikan jumlah mahasiswa aktif, sehingga kampus kecil tidak membayar seperti kampus besar.

2. Lisensi beli putus (on-premise). Aplikasi dipasang di server milik kampus. Kampus membayar lisensi sekali di depan, lalu menanggung server, backup, keamanan, dan tim yang merawatnya.

3. Bikin sendiri. Kampus atau yayasan merekrut atau menyewa developer untuk membangun SIAKAD dari nol. Terkesan murah karena tidak ada "biaya lisensi", tetapi biaya terbesarnya tersembunyi di waktu dan pemeliharaan.

Berapa biaya langganan cloud

Di Sisfo Akademik, tarif langganan cloud mengikuti jumlah mahasiswa aktif menurut data PDDikti:

Mahasiswa aktifPer bulanPer tahun (bayar tahunan)
Sampai 500Rp2 jutaRp20 juta
501–1.000Rp3 jutaRp30 juta
1.001–2.000Rp5 jutaRp50 juta
2.001–4.000Rp8 jutaRp80 juta
Di atas 4.000Dibahas khususDibahas khusus

Bayar tahunan gratis 2 bulan, dan biaya setup gratis untuk pembayaran tahunan. Paket sudah mencakup aplikasi akademik, integrasi Feeder PDDikti, serta modul lain seperti PMB dan keuangan. Daftar lengkapnya ada di halaman harga.

Dashboard admin Sisfo Akademik dengan ringkasan mahasiswa, dosen, program studi, dan kelas aktif
Contoh dashboard admin: semua modul akademik dalam satu aplikasi.

Berapa biaya bikin sendiri

Ini bagian yang paling sering diremehkan. Hitungan ilustratif untuk kampus dengan sekitar 1.000 mahasiswa:

  • Pembangunan, tahun pertama: tim 3 orang (1 analis, 2 developer) selama sekitar 9 bulan. Dengan biaya total Rp12–18 juta per orang per bulan, hasilnya kira-kira Rp300–500 juta.
  • Pemeliharaan, tahun kedua dan seterusnya: minimal 1–2 orang untuk memperbaiki bug, menyesuaikan aturan baru, dan melayani permintaan prodi. Kira-kira Rp120–360 juta per tahun.
  • Server dan hosting: sekitar Rp10–20 juta per tahun.

Totalnya untuk 3 tahun berada di kisaran Rp570 juta sampai Rp1,28 miliar, dan itu belum termasuk waktu sampai aplikasinya benar-benar stabil.

Diagram perbandingan estimasi biaya 3 tahun: cloud sekitar Rp90 sampai 108 juta, bikin sendiri Rp570 juta sampai 1,28 miliar
Estimasi total biaya 3 tahun untuk kampus ±1.000 mahasiswa. Angka bikin sendiri adalah ilustrasi, bukan penawaran.

Sebagai pembanding, kampus 1.000 mahasiswa yang berlangganan cloud mengeluarkan Rp90–108 juta untuk 3 tahun (Rp3 juta per bulan, tahunan Rp30 juta per tahun).

Catatan: angka bikin sendiri sangat bergantung pada gaji dan lingkup fitur. Jika kampus Anda sudah punya tim IT 5 orang yang cukup luang, hitungannya bisa berbeda. Bagian berikutnya membahas kapan itu masuk akal.

Biaya yang sering terlewat

Apa pun modelnya, tanyakan hal-hal ini sebelum memutuskan:

  1. Integrasi Feeder PDDikti. Format dan aturan pelaporan berubah dari waktu ke waktu. Siapa yang menyesuaikannya, dan apakah biayanya sudah termasuk?
  2. Migrasi data lama. Data mahasiswa, nilai, dan KRS dari sistem sebelumnya harus dipindahkan. Tanyakan apakah ada biaya tersendiri.
  3. Backup dan keamanan. Data akademik tidak boleh hilang. Pastikan ada backup terjadwal dan rencana pemulihan.
  4. Pelatihan dan dukungan. Siapa yang melatih BAA, dosen wali, dan prodi, dan bagaimana kalau ada masalah pada masa KRS?
  5. Biaya pindah vendor. Bisakah data diekspor penuh bila suatu saat Anda berhenti? Data adalah milik kampus, jangan sampai terkunci.
  6. Modul tambahan. PMB, keuangan, dan OBE apakah sudah termasuk atau dihitung per modul?

Kapan masing-masing model cocok

  • Cloud cocok bila kampus tidak punya tim infrastruktur, ingin cepat berjalan, dan lebih suka biaya rutin yang bisa diprediksi. Ini pilihan paling umum untuk kampus kecil dan menengah.
  • Beli putus (on-premise) cocok bila kebijakan yayasan atau data mengharuskan server berada di dalam kampus, dan tim IT siap mengelolanya. Biaya lisensi disesuaikan kebutuhan, jadi sebaiknya dibahas langsung.
  • Bikin sendiri hanya masuk akal bila kampus punya tim developer tetap, kebutuhan yang sangat khusus, dan komitmen pemeliharaan jangka panjang. Untuk kebutuhan akademik standar, jalur ini hampir selalu lebih mahal.

Cara membandingkan penawaran vendor

Minta setiap vendor menjawab pertanyaan yang sama, lalu bandingkan:

  1. Apa saja modul yang termasuk dalam harga, dan mana yang dihitung terpisah?
  2. Apakah integrasi Feeder PDDikti dan pembaruannya sudah termasuk?
  3. Bagaimana tarif bila jumlah mahasiswa naik atau turun?
  4. Bagaimana prosedur backup, dan berapa lama pemulihan bila terjadi gangguan?
  5. Apakah data bisa diekspor penuh kapan pun diminta?
  6. Siapa yang menjawab saat ada masalah, dan lewat kanal apa?
  7. Bisakah kami melihat demo dengan data contoh yang mirip kampus kami?

Pertanyaan umum

Ya. Di Sisfo Akademik, integrasi Feeder PDDikti sudah termasuk dalam paket, begitu juga impor data dari Feeder tanpa biaya tambahan.
Bergantung pada jumlah mahasiswa dan biaya server serta tim IT yang harus ditanggung. Beli putus terlihat murah per bulan, tetapi biaya server, backup, dan tenaga perawatan tetap berjalan. Sebaiknya hitung total biaya 3 sampai 5 tahun, bukan hanya harga lisensi.
Migrasi data awal sudah termasuk. Untuk sistem lama dengan struktur data tidak standar, datanya dinilai dulu, dan bila butuh pekerjaan di luar standar, biayanya disepakati di muka sebelum dikerjakan.
Bisa. Data dapat diekspor penuh (database dan berkas) kapan pun diminta, dan migrasi saat pindah model tidak dikenai biaya tambahan.
Bergantung pada kesiapan data dan jumlah prodi. Pada model cloud, akun kampus dapat disiapkan lebih cepat karena server tidak perlu dibangun. Detail jadwal dibahas saat demo.

Langkah berikutnya

Hitung dulu jumlah mahasiswa aktif Anda dan bandingkan dengan tabel tarif di atas. Lalu lihat fitur manajemen akademik dan integrasi Feeder PDDikti untuk memastikan kebutuhan kampus tercakup. Kalau ingin dibantu menghitung opsi yang paling pas, jadwalkan demo dan ceritakan kondisi kampus Anda.

Ingin membahas kebutuhan kampus Anda?

Ceritakan jumlah mahasiswa dan sistem yang dipakai sekarang. Kami bantu hitung opsi yang paling masuk akal.